Pages - Menu

Sabtu, 28 Juni 2014

Teknik Memahami Perkembangan Murid


BAB II
TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI
PERKEMBANGAN MURID

            Keberhasilan proses pembelajaran di sekolah ditentukan oleh ketepatan pemahaman guru terhadap perkembangan murid. Pemahaman perkembangan murid ini menjadi dasar bagi pengembangan strategi dan proses pembelajaran yang membantu mmurid mengembangkan perilaku-perilakunnya.

            Perkembangan murid di Sekolah Dasar meliputi aspek-aspek fisik, kecerdasan, emosi, sosial, dan kepribadian. Setiap murid memiliki karakteristik dan perilaku yang relatif berbeda. Keragaman perilaku ini mengandung implikasi akan perlunya data dan pemahaman yang memadai terhadap murid.
            Untuk itu guru di SD perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang jenis-jenis data yang  perlu dikumpulkan, sumber untuk memperoleh data, cara dan prosedur mendapatkan data dan keterampilan menyusun alat pengumpul data serta penggunaannya.
            Teknik memahami perkembangan murid akan berentang dari mulai teknik yang sepenuhnya bergantung kepada pengamatan guru yang bersifat terbuka dan fleksibel sampai kepada teknik yang terstruktur dengan menggunakan alat ukur tertentu secara ketat.
            Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan bimbingan adalah memahami murid secara keseluruhan, baik masalah yang dihadapinya maupun latar belakang pribadinya.  Dengan data yang lengkap pembimbing akan dapat memberikan layanan bimbingan kepada murid secara tepat dan terarah. Untuk memperoleh data murid secara lengkap, diperlukan teknik tertentu.
            Teknik-teknik untuk mrngumpulkan data murid tersebut pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua katagori besar, yaitu teknik tes dan teknik non-tes.

A.    Teknik tes
Teknik tes atau yang biasa disebut sistem testing merupakan usaha pemahaman murid dengan menggunakan alat-alat yang bersifat mengukur (mentes).
Penggunaan teknik tes (khususnya tesprestasi belajar) bagi guru di sekolah bertujuan untuk :
*      Menilai kemampuan belajar murid
*      Memberikan bimbingan belajar kepada murid
*      Mengecek kemauan belajar
*      Memahami kesulitan-kesulitan belajar
*      Memperbaiki teknik mengajar
*      Menilai efektifitas mengajar
Tes untuk keperluan bimbingan biasanya dikelompokkan ke dalam empat kelompok tes, yaitu tes kecerdasan, tes bakat, tes kepribadian, dan tes hasil belajar.

a.       Tes Kecerdasan
Kecerdasan merupakan kemampuan berpikir abstrak. Selain itu, kecerdasan juga dapat diartiakan sebagai kemampuan individu untuk berprilaku yang jelas tujuannya, berfikir rasional, dan berhubungan dengan lingkungannya secara efektif (Shertzer & Stone, 1971 : 239). Jadi, tes kecerdasan adalah prosedur yang sistematis dengan menggunakan instrumen untuk mengetahui kemampuan umum individu terutama menyangkut kemampuan berpikirnya. Melalui tes ini, akan diketahui murod yang jenius, sangat cerdas, cerdas, rata-rata, dan di bawah normal.
Untuk mengatahui kecenderungan tingkat kecerdasan murid  digunakan Tes Benet – Simon (verbal test) yang dipersiapkan untuk anak berusia mulai 3 tahun sampai 15 tahun.tes Benet – Simon memperhitungkan 2 hal berikut :
1.      Umur kronologis (“cronological age” disingkat C.A), yaitu umur seseorang sebagaimana yang ditunjukkan dengan hari kelahirannya.
2.      Umur mental (“mental age” disingkat M.A), yaitu umur kecerdasan sebagaimana yang ditunjukkan dengan tes kemampuan akademik.

Dengan demikian tingkat intelegensi ditunjukkan dengan perbandingan kecerdasan (Intelliegence Quotient yang biasa disingkat I.Q). perbandingan kecerdasan adalah umur mental dibagi dengan umur kronologis (IQ = MA : CA).
Selain teknis tes di atas, ada juga tes kecerdasan lainnya, yaitu Test Progressive Metrices yang merupakan alat yang mengukur tes intelegensi secara non-verbal yang diberikan kepada anak yang berusia diantara 9-15 tahun (Rich & Anderson, dalam Anne Anastasi, 1988).

b.      Tes Prestasi Belajar (Achievement Tests)
Tes prestasi belajar disusun untuk mengukur hasil pembelajaran atau kemajuan belajar murid. Tes ini meliputi :
1.      Tes diagonostik, dirancang agar guru dapat menentukan letak kesulitan murid.
2.      Tes prestasi belajar kelompok yang baku
3.      Tes prestasi belajar yang disusun oleh para guru

c.       Tes Bakat
Bakat merupakan kemampuan khhusus individu yang dapat berkembang melalui belajar atau latihan. Untuk mengetahui bakat individu, telah dikembangkan beberapa macam tes, yaitu :
1.      Rekonik, tes ini mengukur fungsi motorik, persepsi, dan berpikir mekanis.
2.      Tes Bakat Musik, tes ini berfungsi mengukur kemampuan individu dalam aspek-aspek suara, nada ritme, warna bunyi dan memori.
3.      Tes Bakat Artistik, tes ini mengukur kemampuan menggambar, melukis, dan merupa.
4.      Tes Bakat Klerikal (perkantoran), tes ini mengukur kemampuan kecepatan dan ketelitian.
5.      Tes Bakat yang Multifaktor, tes ini mengukur berbagai kemampuan khusus, yang telah lama digunakan adalah DAT (Differential Artitude Test).
Tes ini mengukur 8 kemampuan khusus, yaitu :
a)      Berpikir verbal, yang mengungkapkan kemampuan nalar yang dinyatakan secara verbal
b)      Kemampuan bilangan, yang mengungkap kemampuan berpikir dengan menggunakan angka-angka
c)      Barpikir abstrak, yang mengungkap kemampuan nalar yang dinyatakan denngan menggunakan berbagai bentuk diagram yang bersifat nonverbal atau tanpa angka-angka
d)     Hubungan ruang, visualisasi, dan persepsi, yang mengungkap kemampuan untuk membayangakan dan membentuk gambar-gambar dari objek-objek dengan hanya melihat gambar di atas kertas yang rata
e)      Kecepatan dan ketelitian, yang mengungkap kemampuan ketelitian dan percepatan seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis, seperti nama-nama atau angka-angka
f)       Berpikir mekanik, yang mengungkap kemampuan dan pemahaman mengenai hukum-hukum yang mendasari alat-alat, mesin, dan gerakannya
g)      Penggunaan bahasa-pengucapan, yang mengungkap kemampuan mengeja kata-kata umum
h)      Penggunaan bahasa-menyusun kalimat, yang mengungkap kemampuan pemakaian kata-kata dalam kalimat, seperti tanda baca

B.     Teknik Non-tes
Teknik non-tes merupakan prosedur pengumpulan data yang dirancang untuk memahami pribadi murid yang pada ummumnya bersifat kualitatif. Teknik iini tidak mengunakan alat-alat yang bersifat mengukur, tetapi hanya menggunakan alat yang bersifat menghimpun atau mendeskripsikan saja.
Teknik ini terdiri atas beberapa macam jenis, seperti observasi, angket, wawancara, sosiometri, dan studi dokumentasi.
a.       Observasi (pengamatan)
Observasi atau pengamatan merupakan cara untuk mengamati suatu keadaan atau kegiatan (tingakah laku). Alat yang paling pokok dalam tekn ik ini adalah panca indera, terutama penglihatan.

Teknik observasi dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu :
1.      Observasi sehari-hari, yaitu yang tidak direncanakan dengan seksama karena pengamatannya dikerjakan sambil mengerjakan tugas rutin, observasi ini juga tidak memiliki pedoman, dan dilaksanakan secara insendal terhadap tingkah laku murid yang menyimpang atau menonjol.
2.      Observasi sistematis, yaitu yang direncanakan secara seksama, serta memiliki pedoman.
3.      Observasi partisipatif, yaituy observasi dimana observer berada dalam situasi yang sedang diamati.
4.      Observasi nonpartisipatif, dalam observasi ini observer tidak turut dalam situasi kegiatan siswa.

Kelebihan Observasi
1.      Observasi merupakan teknik yang langsung dapat dipergunakan untuk memperhatikan berbagai gejala tingkah laku murid..
2.      Observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan kejadian yang penting :
·         Observasi baik sekali untuk digunakan sebagai teknik untuk melengkapi data yang diperoleh dengan teknik lain.
·         Dalam observasi pengumpul data tidak perlu mempergunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang ditelaah
Kelamahan Observasi
1.      Banyak hal yang tidak dapat dicapai dengan observasi langsung.
2.      Apabila objek observasi mengetahui bahwa ia sedang diamati, ia cenderung melakukan kagiatannya dibuat-buat.
3.      Timbulnya suatu kejadian yang hendak diobservasi tidak selalu dapat diramalkan sebelumnya sehingga pengamat sukar untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan observasi.
4.      Observasi banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol.
Para guru di sekolah dapat menggunakan teknnik observasi dengan berbagai tujuan, seperti :
ü  Untuk mengetahui aktifitas para murid pada saat proses  belajar mengajar berlangsung.
ü  Untuk mengetahui perhatian murid terhadap pelajaran yang diberikan.


b.      Catatan Anekdot
Catatan anekdot merupakan catatn otentik hasil observasi yang menggambarkan tingkah laku murid atau peristiwa dalam situasi yang khusus. Catatan anekdot ini bisa menyangkut tingkah laku seorang murid ataupun kelompok.
Dengan menggunakan catatan anekdot, guru dapat
ü  Memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang perkembangan murid.
ü  Memperoleh pemahaman tentang sebab-sebab dari gejala tingkah laku murid.
ü  Memudahkan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan murid.
Catatan anekdot memiliki beberapa syarat sebagai berikut :
1.      Objektif
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keobjektifitasan adalah  :
a)      catatan dibuat sendiri oleh guru
b)      pencatatan dilakukan segera setelah suatu peristiwa terjadi
c)      deskripsi dari suatu peristiwa dipisahkan dari tafsiran pencatatan sendiri
2.      Deskriptif
Catatan tentang suatu peristiwa mengenai murid hendaknya lengkap disertai dengan latar belakang, percakapan dicatat secara langsung, dan kejadian-kejadian dicatat dengan tersusun sesuai dengan kejadiannya.
3.      Selektif
Situasi yang dicatat adalah situasi yang relevan dengan tujuan dan masalah yang sedang menjadi perhatian guru sesuai dengan situasi dan keadaan murid.

Dengan catatan anekdot, guru akan lebih memahami tentang sikap, kebiasaan atau perilaku murid sehingga memudahkan untuk memberikan bimbingan kepada murid.


c.       Wawancara
Wawancara merupakan teknik mengumpulkan informasi melalui komunikasi langsung denngan responden (orang yang diminta informasi).
Wawancara sebagai teknik pengumpul data mempunyai kelebihan sebagai berikut :
1.      Teknik yang paling tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi murid
2.      Dapat dilakukan terhadap setiap ungkapan umur
3.      Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi
4.      Digunakan untuk pelengkap data yang dikumpulkan dengan teknik lain
Selain mempunyai beberapa kelebihan, teknik wawancara juga memiliki kelemahan-kelemahan, diantaranya :
1.      Tidak efisien
2.      Sangat tergantung kepada kesediaan kedua belah pihak
3.      Menuntut penguasaan bahasa dari pihak pewawancara

d.      Angket
Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsung, yaitu melalui tulisan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mrngumpulkan keterangan berbagai hal yang berkaitan dengan responden.
Petunjuk untuk menyusun angket :
a)      Gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti lengkap
b)      Susun kalimat yang sederhana tetapi lengkap
c)      Hindari pemakain kata-kata yang sulit dipahami
d)     Hindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak baku
e)      Pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab
f)       Hindarkan kata-kata yang bersifat negatif dan menyinggung perasaan responden

e.       Autobiografi (Riwayat atau Karangan Pribadi)
Karangan pribadi merupakan ungkapan pribadi murid tentang pengalaman hidupnya, cita-cita, keadaan keluarga, dan sebagainya. Penggunaan autobiografi bagi guru bertujuan untuk mengetahui keadaan murid yang berhubungan dengan minat, cita-cita, dan sikapnya terhadap keluarga, guru, atau sekolah serta dalam pengalaman hidupnya.
Dalam pembuatannya, karangan pribadi dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :
1.      Terstruktur             : karangan pribadi yang disusun berdasarkan tema yang telah ditentukan
2.      Tidak terstruktur    : karangan pribadi secara bebas

f.       Sosiometri
      Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi dengan interaksi sosial di antara murid. Melalui teknik ini, guru dapat :
1.      Murid yang populer
2.      Murid yang terisolir
3.      Klik (kelompok kecil)

Bagi guru, sosiometri digunakan sebagai alat untuk meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu terhadap relasi sosial dan status sosial dari masin-masing anggota kelompok yang bersangkutan. Selain itu sosiometri juga dapat digunakan untuk :
a)      Memperbaiki hubungan insani diantara anggota kelompok tertentu
b)      Menentukan kelompok kerja
c)      Meneliti kemampuan memimpin seorang individu dalam kelompok tertentu untuk suatu kegiatan tertentu

g.      Studi Kasus
Studi kasus merupakan teknik mempelajari perkembangan seorang murid secara nmenyeluruh dan mendalam serta mengungkap seluruh aspek pribadi murid yang datanya diperoleh dari berbagai pihak.
Penggunaan teknik ini bertujuan untuk memahami pribadi murid yang lebih baik dan membantunya agar murid dapat mengembangkan dirinya secara optimal.
Dalam melaksanakan studi kasus ini, dapat ditempih langkah-langkah sebagai berikut :
1)      Menemukan Murid yang Bermasalah
2)      Memperoleh Data
3)      Menganalisis Data
4)      Memberikan Layanan Bantuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar